Bukan Sekedar Omong Kosong, Berapapun Target Penjualan Anda Akan Tercapai

Bukan Sekedar Omong Kosong, Berapapun Target Penjualan Anda Akan Tercapai

CARA MENCAPAI TARGET PENJUALAN BERAPAPUN YANG ANDA INGINKAN

Sebelum Anda baca Artikel ini, ketahuilah bahwa status ini akan cukup panjang… Maka bacalah secara perlahan dan ambil pelajaran darinya. Okey? ^_^

Kali ini Saya ingin sharing dengan Anda tentang Bagaimana “Cara Main” Saya dalam Bisnis tepatnya Cara Mencapai Target Penjualan BERAPAPUN yang diinginkan

Yuk kita mulai…

Kalau Anda jadi TEAM Saya, maka Anda akan tahu bahwa Saya cukup “saklek” dalam menetapkan sebuah Target. Tak hanya target penjualan, tapi juga target-target penting lainnya yang seharusnya ada dalam setiap bisnis

target

Prinsipnya: “Kaku terhadap Target, Fleksibel terhadap Cara. Jangan Dibalik!”

Maksudnya?

Supaya memudahkan pemahaman, Saya gunakan kasus dalam bisnis saja ya…

Misalnya, Saya menargetkan tim Saya untuk capai omzet 1,4 Miliar per Bulan.

Saat Saya menetapkan angka tersebut, tim Saya langsung berpikir “bagaimana strategi mencapainya”.

“Embo piye carane kudu tembus…”

Dulu… Yang awalnya cuma jualan via BBM dengan ganti-ganti status, Personal Message, Display Picture, dan sebar Broadcast, maka kami mulai berpikir…

“Cara apa lagi yang harus kami gunakan agar target tersebut benar-benar tercapai?”

Berbagai strategi dan cara baru bermunculan. Dan Saya kembali mengajukan pertanyaan,

“Apa lagi yang harus kita pelajari agar memudahkan, mempercepat, dan memastikan tercapainya target tersebut?

Lalu Saya menuliskan beberapa hal yang harus dipelajari dan kami “dipaksa” untuk mempelajari hal tersebut…

Katakanlah saat itu Saya mulai belajar Ilmu Facebook Marketing, mulai dari FB Personal, FB Group, Fans Page, hingga FB Ads.

Saya pun mulai banyak belajar Ilmu Copywriting dari berbagai sumber dan aliran, mulai dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris

Saya pun merekrut banyak reseller untuk meleverage penjualan Saya.

Tak hanya itu, Saya pun belajar Ilmu List Building dan Email Marketing, serta cara memaksimalkan Autoresponder untuk bangun hubungan dan jualan.

Saya mulai banyak mengulang kembali ilmu Hypnosis dan NLP yang telah Saya pelajari beberapa tahun silam, untuk tujuan Hypnotic Copywriting yang sering Saya gunakan

Saya meminta tim Saya untuk memperbaiki SEO perusahaan dan beberapa produk agar hasilnya memuaskan di halaman Google

Saya meminta tim Saya untuk membuat beberapa Sales Page untuk setiap produk agar konversi penjualan lebih besar dibanding hanya tampilan toko online biasa

…dan seterusnya

Semuanya Saya pelajari secara perlahan dan bergantian. Mulai dari yang dikerjakan sendiri, maupun yang didelegasikan ke TEAM

Prinsipnya…

“Jangan pernah berhenti belajar sebelum benar-benar Menghasilkan”

Semakin kesini, Saya semakin “bernafsu” untuk mempelajari berbagai ilmu….

Saya pun mulai mengikuti berbagai training dan workshop dengan investasi yang cukup tinggi. Alhasil, tahun ini saja Saya sudah keluar uang lebih dari 55 Juta Rupiah untuk Investasi Leher ke Atas.

Nah, disinilah pentingnya manajemen belajar. Kita harus tahu, kapan harus belajar, kapan harus action. Keduanya harus berimbang.

Jangan sampai: keseringan belajar, lupa action. Percuma….

Atau: action terus-terusan, tapi gak pernah belajar. Gagal…

Intinya adalah…

Saat Saya berusaha untuk mencapai target yang sudah ditetapkan, Saya akan berusaha mati-matian sampai target tersebut benar-benar tercapai.

Dan hal terpenting lainnya adalah kontrol dan monitoring.

Kalau misalkan omzet per bulan targetnya 1,4 Miliar, maka omzet hariannya harus tembus 56 Juta/hari. Dengan asumsi waktu kerja aktif per bulan 25 hari.

Tgl. 1 dimulai. Kita lihat, apakah hari pertama tembus 56jt/hari. Kalau tembus, alhamdulillah.. Artinya target harian tercapai. Kalau nggak tembus, maka hitung selisihnya. Dan jadikan itu sebagai hutang omzet di hari berikutnya… Dan seterusnya, kurang lebih begitu.

Dan yang tak kalah penting adalah… Tanyakan pada diri sendiri dengan pertanyaan seperti ini,

“Apa yang harus dilakukan besok agar target harian benar-benar tercapai?”

“Bagaimana cara Saya memastikan bahwa target tersebut benar-benar tercapai?”

“Strategi apa lagi yang harus dilakukan agar target tersebut benar-benar tercapai?”

…dan seterusnya

Pacu dan picu potensi terbaik kita dengan pertanyaan-pertanyaan yang memberdayakan, bukan menjatuhkan…

Dengan begitu, maka bisnis akan berada dalam kontrol kita. Dan BERAPAPUN target penjualan, akan sangat mungkin dicapai. Aamiin..

Share kalau bermanfaat

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionaiestore.co.id

Previous Tidak Semua Pengusaha Mengetahui Tentang Pentingnya Hal Ini
Next Air Mata Rahasia 7 Tahun Silam

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

7 Ilmu Gendeng Yang Bakal Bikin Jualan Onlinemu Makin Laris

  Alhamdulillah… Hanya dalam 7 hari semenjak pendaftaran Mentoring Copywriting batch kedua dibuka, sudah ada 674 orang yang memutuskan untuk join dalam program tersebut dan menjadi member… Artinya, mereka bisa

Artikel Pilihan

8 Tokoh Dunia Yang Putus Sekolah Dan Sukses

Bayangkan seorang anak kecil datang kepada Anda dan kemudian menarik-narik baju Anda serta berkata, “Pak… minta pak.. minta pak…”, “Bu… minta bu… minta bu….” Itulah fenomena yang sering kita temui

Bisnis

Cara Merekrut Karyawan Perusahaan

Saat Anda mulai merasakan pentingnya tim dalam bisnis yang sedang Anda bangun, maka Anda akan mulai memikirkan untuk merekrut banyak karyawan. Karena Anda tidak mungkin membesarkan bisnis sendirian. Butuh tim