Inilah Hal Penting Yang sering Dilupakan Saat Jualan.

Inilah Hal Penting Yang sering Dilupakan Saat Jualan.

*** HAL PENTING YANG SERING DILUPAKAN SAAT JUALAN ***

Banyak orang yang baru pertama kali menjadi pengusaha dan meniti karir sebagai penjual, mereka putus asa dan menyerah ketika ditolak mentah-mentah oleh para calon pembelinya. Padahal kalau dipikir-pikir, menjual adalah aktivitas yang sangat mulia.

“Jualan adalah aktivitas menolong orang yang DIBAYAR…”

Agar kita tidak termasuk orang yang putus asa dan menyerah saat menjual, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai esensi jualan itu sendiri.

Apa sebenarnya esensi jualan itu?

.

√ Esensi jualan yang pertama adalah MENOLONG ORANG.

Tanpa disadari, jualan adalah proses pertukaran antara uang dan manfaat. Setiap uang yang dikeluarkan oleh pembeli akan ditukar dengan manfaat yang dikemas dalam bentuk produk baik berupa barang ataupun jasa. Setiap manfaat pasti memiliki kemampuan untuk memenuhi keinginan, kebutuhan, bahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.

Bayangkan… Jika seandainya banyak orang di luar sana yang tertolong karena hadirnya produk kita, kita tentu senang bukan?

Jika niat kita adalah MENOLONG ORANG, kalaupun ditolak, kenapa harus gundah gulana? Masuk akal?

Nggak usah pusing, nggak usah stress, nggak usah putus asa… 😀

Coba lakukan 3 hal ini:

√ Back to Niat (pengen nolong orang melalui produk yang dihadrikan)

√ Setiap Produk Ada Jodohnya (mungkin bukan dia orang yang beruntung mendapatkan manfaat dari produk yang kita jual)

√ Next (lanjut. masih banyak orang yang membutuhkan)

So, jika niat kita adalah MENOLONG ORANG, kalaupun ditolak, kenapa harus Stress dan Putus Asa? ^_^

Mulai saat ini, ketika jualan, munculkanlah rasa ingin menolong orang. Niatkanlah di dalam hati bahwa penawaran yang diberikan adalah sebuah penawaran “pertolongan” atas keinginan, kebutuhan, atau permasalahan yang sedang ia hadapi. Harapannya, dengan hadirnya produk kita, semua hal tersebut dapat terselesaikan. Dengan begini, ketika ia membeli, kita bersyukur, dan ketika ia menolak, kita tak perlu kecewa, karena sedari awal niatan kita adalah menolong.

.

me

√ Esensi jualan yang kedua adalah MENEBARKAN MANFAAT

Bisa Anda bayangkan, saat jualan, minimal kita sedang membantu mendistribusikan produk dan manfaat ke banyak orang. Lebih dari itu, ketika jualan, kita sedang mendorong berputarnya uang. Kecepatan dan volume perputaran uang di sebuah masyarakat menentukan kesejahteraan masyarakat tersebut. Indonesia adalah salah satu contohnya.

Ketika Eropa dan Amerika sedang dilanda krisis besar-besaran, Indonesia malahan menembus pendapatan perkapita hingga 3000$ per tahun. Mengapa? Karena penduduk kita suka jualan. Mulai dari pedagang kaki lima, ibu-ibu arisan, mahasiswa, hingga orang-orang di perkantoran. Proses jual beli ini yang meratakan distribusi uang. Jika distribusi uang sudah merata, Indonesia akan sejahtera.

.

Kalau sudah begitu, hal apa saja yang membuat kita pasrah dan menyerah saat menghadapi penolakan dan kegagalan saat menjual?

Toh esensinya menolong orang dan menebarkan manfaat, kan? Setuju?

Share ya ^_^

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

You might also like

Bisnis

Cara Mengatur Uang Saat Bangkrut

Saya nggak tahu, apakah Anda pernah bangkrut atau tidak? Semoga saja: tidak. Jangan sampai lah ya… Aamiin… Ngomong-ngomong soal bangkrut, Saya jadi teringat saat dimana Saya kebingungan dan stress berat

Bisnis

3 Pondasi Membangun Team Yang Kokoh

Membangun tim dalam sebuah bisnis itu susah-susah gampang. Kalau dibikin susah, ya susah, kalau dibikin gampang, ya gampang. Ada banyak sekali variabel yang harus diperhatikan sehingga bisa menjadi satu visi,

Bisnis

Bisnis adalah Ibadah

Mungkin Anda pernah memiliki pemikiran seperti ini sebelumnya… “Saya sudah mencari rezeki siang dan malam, tetapi kok kehidupan Saya susah terus?” “Saya sudah bekerja keras dengan maksimal, tapi kok belum