2 Poin Penting Dalam Copywriting Anda

2 Poin Penting Dalam Copywriting Anda

 

Kalau Anda ikut Webinar Saya tentang 17 TEKNIK CLOSING, disana Anda akan tahu bahwa Saya menjelaskan 2 poin penting yang harus Anda gunakan saat menjual APAPUN produk Anda.

Tujuannya hanya satu: produk Anda laris manis tanjung kimpul, laku keras nggak karuan, dan omzetnya naik secara signifikan.

2 poin penting ini wajib Anda sematkan dalam kata-kata Anda saat memberikan penawaran kepada calon pembeli Anda.

Namun, sebenarnya bukan hanya berlaku dalam jualan offline saja, karena 2 poin penting ini pun sangat penting untuk Anda cantumkan dalam Copywriting Anda.

2 poin penting tersebut adalah:
PAIN & PLEASURE
(ditakut-takuti & diiming-imingi)

moty

Artinya, saat Anda berusaha menawarkan produk Anda ke target market Anda, gunakan 2 poin penting ini, dalam susunan kalimatnya.

Pertanyaan yang sering muncul dan ditanyakan ke Saya adalah…

“Gimana kang cara menggunakannya? Contohnya? Lalu apa saja kata-kata yang termasuk PAIN dan kata-kata apa saja yang termasuk PLEASURE?”

Pertanyaan tersebut sangat bagus ditanyakan. Karena memang sangat penting untuk Anda pahami.

Contoh…

Anda jual suplemen penurun berat badan. Ada orang yang kepengen langsing (PLEASURE), ada orang yang nggak kepengen gemuk (PAIN).

Anda jual obat diabetes. Ada orang yang kepengen sehat (PLEASURE), ada orang yang nggak kepengen sakit (PAIN).

Anda jual jilbab model terkini. Ada orang yang kepengen modis (PLEASURE), ada orang yang nggak kepengen ketinggalan trend (PAIN).

Anda jual asuransi. Ada orang yang kepengen tenang di masa yang akan datang (PLESURE), ada orang yang nggak kepengen terjadi apa-apa di masa yang akan datang (PAIN).

… dan sebagainya

Lantas, apa saja kata-kata yang bisa kita gunakan untuk menunjukkan PAIN dan PLEASURE calon pembeli.

Berikut adalah kata-kata yang bisa Anda gunakan kedepannya…

Kata-kata PAIN:

– Solusi (terhadap)
– Terbebas (dari)
– Terhindar (dari)
– Terlepas (dari)
– Selamat (dari)
– Lolos (dari)
– Bangkit (dari)
– Menurunkan (apa)
– Mencegah (apa)
– Mengurangi (apa)
– Menghindari (apa)
– Menghemat (apa)
– Melindungi (apa)
– Tidak lagi (apa)
– Tidak harus (apa)
– Tidak perlu (apa)
– Agar tidak (apa)
… dan masih banyak lagi

Kata-kata PLEASURE:

– Mampu (untuk)
– Memudahkan (untuk)
– Membantu (untuk)
– Memungkinkan (untuk)
– Membawa (ke)
– Mempermudah (apa)
– Mempercepat (apa)
– Menaikkan (apa)
– Mendapatkan (apa)
– Menghasilkan (apa)
– Semakin (apa)
– Paling (apa)
– Ter (apa)
…. dan masih banyak lagi

Sekarang, coba Anda cek lagi script copywriting Anda…

Apakah dominan menggunakan kalimat berbau PAIN?
Apakah dominan menggunakan kalimat berbau PLEASURE?
Atau mengkombinasikan keduanya?

Tentu, yang terbaik adalah: Mengkombinasikan Keduanya.

Karena kita tidak pernah tahu bagaimana persisnya tipe target market kita.

Karenanya, setelah Anda tahu hal ini, maka mulai sekarang dan kedepannya, Anda sudah tahu kan apa yang mesti dilakukan? ^_^

Share kalau bermanfaat

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionoirestore.com

Previous Call To Action
Next Copywriting Adalah

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Copywriting

Belajar Bahasa Arab Dan Kuasai Copywriting

Kalau Anda pernah belajar bahasa Arab, maka Anda akan menyadari bahwa untuk bisa menguasainya, Anda hanya perlu belajar 3 hal:1. Shorof 2. Nahwu 3. Mufrodat Karena ketika Anda mengerti 3

Copywriting

Jaring Lebih Banyak Pembeli dengan Copywriting dan Visual Menarik

Coba bayangkan apa yang terjadi jika Copywriting ciamik dipadukan dengan visual menarik. Faktanya kita sebagai manusisa hanya mampu mengingat 20% dari semua hal yang telah kita dengar, 30% dari apa

Selling

Kenapa Covert Selling?

Mungkin berawal dari pertanyaan ini saja kita memulainya   Pastinya Anda sudah sering denger, kan?Kebanyakan orang tidak suka dijualin, tapi orang suka beli. Inilah yang melandasi kenapa teknik Covert Selling