Cara Mudah Meningkatkan Persepsi Nilai Produk Dengan Kata-Kata

Cara Mudah Meningkatkan Persepsi Nilai Produk Dengan Kata-Kata

Marketing adalah permainan persepsi. Bagaimana sebuah produk dapat “dipersepsikan” bagus di mata market.

Ada produk yang sebenarnya bagus, tapi ketika kita tidak mampu mengkomunikasikannya dengan baik, sehingga persepsi market terhadap produk tersebut jadi jelek. Imbasnya: gak laku….

Ada produk yang sebenarnya jelek, tapi ketika kita pandai mengkomunikasikannya dengan baik, sehingga persepsi market terhadap produk tersebut jadi bagus. Efeknya: laku keras….

Terlebih, kalau Anda punya produk bagus, dan mengkomunikasikannya dengan bagus ke market, dampaknya langsung Anda rasakan: laris manis tanjung kimpul…

Pertanyaannya, bagaimana tepatnya cara Anda mengkomunikasikan bahwa produk yang menurut Anda bagus itu benar-bagus di mata market ,?

Ubah persepsi market, niscaya konversi penjualan Anda akan lebih besar dari sebelumnya. Cobain!

Belum kebayang caranya?

reality

Kalau Anda buat status begini:

“Ayo siapa lagi yang mau gamis dan khimarnya. Stok tinggal 10 pcs lagi. Sebelum habis, yuk buruan bungkuss!”

kira-kira, ketika Anda baca status seperti itu, apa persepsi Anda?

Kesannya satu: produknya bagus dan laku keras, toh stoknya tinggal 10 lagi.

Coba bandingkan dengan status begini:

“Ayo siapa yang mau gamis dan khimarnya. Harganya 185 ribu. Kalau tertarik, hubungi 0858-2122-xxx ya”

Kesannya satu: produknya gak laku. Gak ada unsur persuasinya, gak ada social proofnya, gak ada scarcitynya, plus diasumsikan gak tertarik.

Tapi bayangkan kalau Anda mampu mengkomunikasikannya dengan baik, tidak hanya seperti yang pertama saja, tapi juga Anda ingin mempersepsikan bahwa produk yang Anda jual itu benar-benar laku di pasaran dan jadi rebutan, seperti:

“Alhamdulillah… Sempat nggak nyangka bisa laris manis kaya begini. Padahal kemarin produksi 1000 pcs, eh sekarang tinggal 50 pcs lagi. Berkat bantuan pasukan reseller yang join dan pada SMS ke 0858-2122-xxx. Kebayang 50 pcs jadi rebutan banyak orang…”

Nah, lho…. Belibet tuh kata-katanya. Tapi, ada makna terselubung disana. Sadarkah? ^_^

So, setelah membaca status ini, apa persisnya yang akan Anda lakukan kedepannya agar produk Anda dipersepsikan bagus di mata market?

Ingat, aturannya: harus jujur, dan tidak boleh bohong. Tugas Anda hanya bermain dengan persepsi market. Kebayang?

Silakan share, semoga bermanfaat

Dewa Eka Prayoga

Founder www.billionairestore.co.id

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

You might also like

Copywriting

Formula “B.A.B” Dalam Menulis Copywriting

Formula “B.A.B” dalam Menulis Copywriting ^_^ hehe Mungkin selama ini Anda telah mengenal istilah AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Tapi apakah Anda pernah tahu formula copywriting lainnya yang disebut BAB?

Copywriting

3 Cara Praktis Membuat Tulisan Yang Menghipnotis

Sadar nggak sih, hampir setiap Copywriting yang gunakan “kental” banget dengan unsur hipnosis? ^_^ hehehe Untungnya, Anda gak perlu menyadarinya. Karena semakin Anda tidak menyadarinya, artinya tulisan tersebut benar-benar berhasil

Copywriting

Mencari Ide Dalam Menulis Copywriting

Saat Saya bertemu dengan orang-orang baru, khususnya yang sudah pernah baca buku Saya, mereka kerapkali bertanya, “Kang, apa sih yang akang lakukan supaya terus dapat ide dalam menulis Copywriting?” Sambil