Rahasia Ilmu Persuasi Dalam Copywriting

Rahasia Ilmu Persuasi Dalam Copywriting

PENGALAMAN SAYA 7 TAHUN BERGELUT DALAM DUNIA PENJUALAN

Kalau ingin penjualannya laris, memang kita tak hanya sekedar belajar ilmu penjualan saja. Alangkah baiknya kita juga mendalami: Ilmu Persuasi.

Kenapa?

Lagi-lagi, outcome penjualan kan ujung-ujungnya agar membuat calon buyer mau beli. Nah, ini perlu skill persuasi: dari yang nggak mau, jadi mau. dari yang nggak tertarik, jadi tertarik. dari yang nggak butuh, jadi butuh. dari yang nggak mau beli, jadi beli.

Kalau soal bagaimana persisnya yang Saya lakukan dalam mempersuasi orang agar mau beli produk Saya… Saya sudah share banyak di Webinar-webinar saya.

Kali ini Saya cuma ingin share tentang 1 pola kalimat yang sering Saya gunakan pas dulu jualan produk MLM. Karena tidak banyak orang yang tahu, pengalaman menjual Saya berawal dari produk yang satu ini.

Nah, di status ini, Saya tidak akan bocorkan pola kalimatnya… karena Saya asumsikan Anda dapat “contek” dan cari tahu sendiri polanya. hehehe

ilmu persuasi

Begini kalimatnya…

“Eh, pak, bapak tahu nggak, kenapa banyak orang di luar sana akhirnya memutuskan untuk pakai produk ini?”

Kalau Anda perhatikan, pola tersebut di atas Saya pakai karena punya asumsi yang sangat kuat. Maksudnya?

Coba perhatikan, kalimat “bapak tahu nggak”, kalimat ini dijawab nggak dijawab, bakalan berujung pada pembenaran asumsi yang kita berikan. Apa asumsinya? Ini dia “kenapa banyak orang di luar sana akhirnya memutuskan untuk pakai produk ini?”.

Bahkan, kalimat tersebut pun mengasumsikan bahwa…. memang banyak orang di luar sana sudah banyak pakai produk tersebut. Nah, menariknya, kalau dia “terjebak” dengan jawaban kita, dengan menjawab: “karena…. bla bla bla…”, artinya dia membenarkan bahwa “memang banyak orang di luar sana sudah pakai produk tersebut”. Artinya, kalau semakin banyak orang yang pakai, menunjukkan bahwa produk ini bagus. Ini pun asumsi: Social Proof.

Dan lebih serunya lagi, dalam kalimat tersebut di atas, Saya memberikan perintah terselubung dengan menyematkan kata “pakai”.

Coba amati, Saya bisa saja menggunakan kata “kenapa banyak orang di luar sana akhirnya memutuskan untuk MEMAKAI produk ini?”…

…tapi Saya tidak menggunakan kata tersebut.

Kenapa?

Karena Saya sengaja menyuntikkan perintah terselubung tersebut agar bisa terdeteksi oleh pikiran bawah sadarnya.

Nah, dalam praktiknya, kalau pas jualan offline, Anda bisa ubah nada suara Anda menjadi lebih rendah pada kata “pakai”. Sehingga pikiran bawah sadar dia akan mendeteksi sinyal perintah “beli” tersebut.

Alhasil, saat Saya gunakan 1 pola kalimat tersebut yang terus Saya latih dan ulang-ulang, hasilnya: BOOM…!!!

Alhamdulillah… banyak terjadi closing bertubi-tubi ^_^ izin Allah…. Peringkat di MLM pun tinggi. Hehehe

Nah, Saya punya banyak pola kalimat kaya begini dalam penjualan. Baik offline, maupun online. (online apalagi, mainan Saya sehari-hari:‪#‎Copywriting‬) hehe :p

share lebih banyak, lebih banyak lebih baik ^_^

I love sharing

Dewa Eka Prayoga

founder www.billionairestore.com

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

You might also like

Copywriting

Belajar Bahasa Arab Dan Kuasai Copywriting

Kalau Anda pernah belajar bahasa Arab, maka Anda akan menyadari bahwa untuk bisa menguasainya, Anda hanya perlu belajar 3 hal:1. Shorof 2. Nahwu 3. Mufrodat Karena ketika Anda mengerti 3

Copywriting

Inilah Yang Lebih Penting Dari Copywriting

Anda mungkin sudah mendengar bahwa Copywriting sangatlah penting untuk memperbesar konversi penjualan produk Anda terutama jika Anda memasarkannya via Online. Pertanyaannya, bagaimana caranya membuat Copywriting yang Menjual? Tunggu… Jangan dulu

Copywriting

Penting Gak Penting, Kalo Gak Tahu Gak Bakal Closing

PENTINGNYA INTERAKSI DI SOSIAL MEDIA Seperti yang Anda tahu, Facebook itu sosial media, bukan sales media, atau selling media… Artinya, peruntukkan awalnya adalah untuk berinteraksi, bersosialisasi, dan membangun silaturrahmi Adapun