Divide To Multiply

Divide To Multiply

 

Otak Saya terlalu dicekoki oleh pemikiran-pemikiran yang seharusya dimiliki oleh seorang Business Owner ketimbang hal-hal yang harus dipikirkan sebagai Internet Marketer

Misalkan, ketika Saya harus mengerjakan hal-hal teknis, seperti buat Landing Page, buat Opt-in Form, buat Ads, setting Autoresponder, dll, maka pilihannya ada 2: kerjakan sendiri atau delegasikan ke tim.

Sayangnya, Saya lebih memilih: delegasikan ke tim.

Kenapa?

Karena otak pengusaha sangat menghindari segala sesuatunya dikerjakan sendirian. Inilah bedanya mindset seorang Business Owner dan Internet Marketer. Walaupun, tidak semua IMers melakukan semuanya sendirian (artinya, otaknya udah semi pengusaha. hehe ^_^

“Business Owner itu Develop People. Internet Marketer itu Develop Skill”

Bahkan, ketika Saya main affiliate pun, Saya tetap menggunakan pola pikir Business Owner.

Misalnya, Saya dapat komisi dan bonus total dari affiliate sebesar 120 juta. Maka uang ini pasti Saya bagi ke tim dan kas perusahaan minimal 50% nya. Artinya, Saya “tidak makan” semua komisi yang Saya dapat.

Inilah yang disebut: cara main.

Ketika Saya cerita tentang hal ini ke sahabat Saya, dia bilang, “Ngapain wa dibagiin ke tim, wong kamu yang kerja…”

Sekilas, terlihat benar. Yang promo Saya, yang buat Copywriting Saya, yang atur Strategi Saya, dan semuanya serba Saya lakukan sendiri, kecuali hal-hal teknis seperti balasin SMS/BBM/WA/Email. Namun, seperti kata Kang Rendy Saputra, ketika memakai topi Internet Marketer pun, Saya tidak melakukannya sendirian. Saya percaya, membagikan komisi, bonus, reward, atau apapun itu namanya, justru bakal “melipatgandakan” rezeki Saya kedepannya.

Lagian, Saya sadar, tanpa doa dan dukungan yang luar biasa dari tim Saya, Saya bukan siapa-siapa dan tidak akan jadi apa-apa…

Selain berbagi ke tim, tentu kita pun harus berbagi ke orang-orang yang memang membutuhkan. Ada hak orang lain di rezeki kita…

Sudahkah kita menyadarinya dan melakukan apa yang mesti kita lakukan?”

Tidak ada ceritanya orang jatuh miskin karena berbagi, bahkan sampai tabungan terkuras sekalipun.

Karena bank yang terbaik adalah bank langit….

Shere ya.

 

Dewa Eka Prayoga

Founder www.Billionairestore.co.id

Previous Ilmu Ngomong Diatas Pangung
Next BISNIS ITU SEDERHANA

About author

Dewa Eka Prayoga
Dewa Eka Prayoga 132 posts

Dewa Selling, Penulis Buku-Buku Best Seller, Founder & CEO Billionaire Corp, dan juga merupakan Business Coach yang senang membantu para pengusaha di Indonesia dalam meningkatkan omzet bisnisnya hingga berkali-kali lipat. Ingin ngobrol langsung dengan Saya? Follow @DewaEkaPrayoga.

View all posts by this author →

You might also like

Bisnis

Magic of Close

Mungkin ada yang tanya, “Kang, status Saya yang like banyak, yang komen banyak, yang share juga lumayan, tapi kok yang closing sedikit ya?” Good Question! Pertanyaan seperti itu memang sering

Bisnis

Kesalahan Semua Pengusaha

Dalam setiap Seminar yang bertajukan tentang Bisnis, Saya sering mengajukan pertanyaan berikut ini kepada para peserta: “Siapa diantara Anda yang saat ini sedang mengalami masalah dalam bisnisnya?” “Siapa yang merasa

Bisnis

The Power of Simplicity

Ngomong simplicity (sederhana) pas miskin, gampang banget. Kenapa? Ya emang karena nggak punya uang, jadi terpaksa simplicity, deh. hehehe.. Tapi ngomong simplicity pas kaya, susahnya minta ampun. Kenapa? Wong tiap